Top Adsense

Apa Bahaya Rokok Elektrik Bagi Kesehatan? Ini Jawabannya

Ilustrasi rokok elektrik (Foto: iStock)

Sebagian besar rokok elektrik atau vape memiliki bentuk yang serupa dengan rokok walau tidak sedikit juga berbeda bentuk. Bila rokok biasa harus dibakar secara langsung untuk menghasilkan asap, sementara itu pada vape, pemanasannya dilakukan untuk menguapkan cairan di dalam tangki alat, hingga menghasilkan asap.

Rokok elektrik adalah jenis rokok yang sedang digandrungi saat ini karena tetap dapat memberikan sensasi merokok, tapi dianggap lebih aman dibanding merokok tembakau. Namun, tidak seperti rokok yang terbuat dari daun-daun tembakau yang dibungkus, rokok elektrik terdiri dari tabung yang berisi cairan nikotin, perasa buah dan bahan kimia lainnya.

Dianggap sebagai solusi sehat bagi para perokok, nyatanya vape atau rokok elektrik memiliki bahaya yang hampir sama dengan rokok konvensional. Hal ini tak lepas dari kandungan liquid vape yaitu nikotin, propilen glikol, dan tobacco-specific nitrosamine (TSNA) yang juga ditemui pada rokok tembakau.

Sebuah penelitian baru menunjukkan efek dari penggunaan rokok elektrik atau vape dan keterkaitannya dengan pembuluh darah. Studi tersebut menuliskan terdapat perubahan fungsi kardiovaskular seperti jantung dan pembuluh darah setelah nge-vape meski dalam kasus ini, liquid atau cairan vape tidak mengandung nikotin.

Itulah sebabnya Anda perlu berhati-hati jika ingin beralih ke rokok jenis ini sebagai cara untuk berhenti merokok. Dampak negatif rokok elektrik belum tentu lebih sedikit daripada rokok biasa.

Berikut ini adalah beberapa efek samping dari rokok elektrik yang perlu Anda ketahui seperti kami kutip dari beberapa situs online:

1. Meningkatkan risiko penyakit darah tinggi, diabetes, dan sakit jantung
Sebagian besar cairan yang dipakai untuk rokok elektrik mengandung zat nikotin. Beberapa kondisi yang dapat muncul akibat penggunaan nikotin dalam jangka panjang adalah naiknya tekanan darah dan denyut jantung, serta peningkatan risiko terkena resistensi insulin, diabetes tipe 2, dan penyakit jantung.

2. Meningkatkan risiko kanker
Sebagian merek cairan untuk rokok elektrik mengandung formaldehida yang dapat menyebabkan kanker. Selain itu, beberapa bahan dasar cairan ini, seperti propelin glikol dan gliserol, juga bisa berubah menjadi formaldehida jika dipanaskan. Hal ini membuat penggunaan rokok elektrik dianggap dapat meningkatkan risiko munculnya kanker, seperti kanker paru-paru.

3. Meningkatkan risiko kerusakan paru-paru
Aroma lezat yang dihasilkan oleh rokok elektrik berasal dari zat berbahaya yang bernama diasetil. Jika terhirup, zat ini akan menyebabkan peradangan serta kerusakan pada paru-paru, dan berisiko mengakibatkan penyakit bronchiolitis obliterans (paru-paru popcorn).

Bronchiolitis obliterans adalah penyakit paru-paru langka, di mana bronkiolus atau saluran napas terkecil dalam paru-paru mengalami kerusakan permanen.

4. Menurunkan daya ingat pada anak-anak
Rokok elektrik sangat populer digunakan di kalangan remaja dan dewasa muda. Beberapa penelitian sejauh ini mengungkapkan bahwa kandungan nikotin dalam rokok elektrik dapat membuat anak remaja menjadi lebih aktif.

Namun bila digunakan dalam jangka panjang, kandungan nikotin ini dapat mengganggu daya ingat dan konsentrasi, terutama bila pengguna rokok elektrik juga menggunakan rokok biasa, atau mengonsumsi alkohol dan narkoba.

5. Menyebabkan kecanduan
Efek samping lain yang bisa ditimbulkan dari rokok elektrik adalah rasa kecanduan. Berhenti menggunakan rokok elektrik dapat membuat penggunanya mengalami stres, mudah marah, gelisah, dan sulit tidur.

6. Berbahaya bagi ibu hamil
Bahaya rokok elektrik juga berlaku untuk ibu hamil, yang menggunakan nikotin dalam bentuk apapun. Nikotin berisiko memicu terjadinya kelahiran prematur dan berat badan bayi rendah saat lahir.

7. Bisa meledak
Sudah ada beberapa laporan mengenai rokok elektrik yang meledak saat digunakan, hingga mengakibatkan cedera serius. Hal ini disebabkan oleh kerusakan yang ada pada baterai rokok, atau penggunaan baterai yang kurang benar.

Cara menghentikan penggunaan rokok elektrik
Bagi yang ingin menghentikan kebiasaan menggunakan rokok elektrik agar terhindar dari bahayanya, mungkin beberapa langkah di bawah ini bisa anda dilakukan:
  • Tuliskan alasan untuk menghentikan kebiasaan menggunakan rokok elektrik, di atas kertas atau notes pada smartphone sebagai pengingat. 
  • Pilih hari untuk mulai berhenti menggunakan rokok elektrik. Beritahukan juga tanggal ini pada keluarga atau teman terdekat, agar mereka dapat membantu mengingatkan. 
  • Singkirkan semua perlengkapan rokok elektrik yang dimiliki. 
  • Siapkan diri untuk menghadapi gejala dapat yang muncul saat berhenti menggunakan nikotin, seperti sakit kepala, lelah, mudah lapar, dan sulit tidur. Gejala hanya akan muncul di awal, dan lama-kelamaan akan hilang dengan sendirinya. 

Semakin cepat kebiasaan ini dihentikan, maka risiko terkena bahaya rokok elektrik pun akan semakin berkurang.

Itu dia informasi mengenai bahaya vape bagi kesehatan yang perlu Anda ketahui dan waspadai berikut bagaimana tips berhenti menggunakan rokok elektrik.
Loading...

3 Responses to "Apa Bahaya Rokok Elektrik Bagi Kesehatan? Ini Jawabannya"

  1. wahhh, serem juga ya. untung ane nggak Ngevape! :)

    ReplyDelete
  2. yang terakhir bisa meledak, saya rasa untuk rokok elektrik yang harganya murahan. :) :v hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. pecinta vape pastinya ya bang.., bisa jadi yg murahan ya :)

      Delete

UPDATED : Semua komentar dengan nama "Unknown" atau "Anonim" tidak akan dipublish.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Subscribe our newsletter to stay updated